Posts

Showing posts from June, 2018

Pesan

Image

Tentang Doa, Usaha dan Semesta

Pernah kau menginginkan sesuatu tapi tak kau dapati? Kau rasa usahamu sudah penuh, tapi ternyata tak pernah cukup. Hari ini ku dapati satu cerita lagi tentang dua orang anak dan sepeda barunya. Ada dua orang anak baik yang tinggal ditempat jauh, keduanya menginginkan hal yang sama, sepeda. Mereka berdua paham betul apa yang mereka inginkan, lalu mereka sama-sama bekerja untuk mendapat sepeda yang sama. Anak pertama memahami bahwa jika ia ingin sepeda, maka ia harus memiliki uang yang cukup untuk membelinya. Anak pertama bekerja dengan cara menabung untuk sepedanya. Anak kedua memahami bahwa ia tak cukup mumpuni untuk membeli sepeda tersebut, akhirnya usaha (kerja) yang dia lakukan hanya berdoa dan meminta. Anak pertama terus menerus menabung tanpa orang tuanya mengetahui inginnya, anak kedua terus menerus berdoa sembari memintanya pada orang tua. Anak keduapun paham betul, permintaannya tidak harus terwujud karna ia paham tidak semua yang ia ingini harus terpenuhi. Anak pert...

Pembohong

Kau bilang cinta pada matahari Tapi kau sembunyi dari teriknya, kau menghindari silaunya Kau bilang kau cinta hujan Tapi kau berteduh saat ia turun, kau benci kubangan setelahnya Kau bilang kau suka bau rumput Tapi menginjaknya saja kau geli, engkau tetap butuh alas kaki Kau bilang kau suka mawar Tapi kemudian kau petik, kau miliki sendiri dan kau biarkan ia mati Kau bilang cantik itu natural Tapi kau tertarik dengan pesolek, kau begitu mudah memandangi mereka Kau bilang hanya aku, lalu kemudian ada dia Kamu pembohong. Depok, 1 November 2015

Untuk Wanita yang Dirangkul Doa

Tahukah kamu? Setiap malam, pendoamu mendosa denganku.

Selamat pagi malam

Selamat pagi malam, Masih ingat mentarimu? Ah, ku lupa kau bukan hanya sekedar indah dan tak kan terganti pasti sudah mati. Karna kalau dia masih di sisi hati pasti kau sudah mengampuni. Malamku senang kau tak tidur lagi. Semoga bahagiamu selalu menyertai.

Sisa Catatan

Berikut adalah sisa-sisa catatan yang masih bisa terselamatkan. Catatan pertama: Jika dalam sangkar aku dapat membahagiakanmu. Baiklah tangkap aku, ikat sekencang yang kau mau. Tak usah masalahkan lukaku, karna senyumu anastesiku.  Tapi jangan tinggalkan aku, karna bekas panahmu masih tertinggal pada sayapku. Sayapku sudah patah, sekarang tanpamu tak dapat terbang . Catatan kedua: Aku suka berkaca, tapi hanya di  matamu. Karna hanya di matamu aku terlihat  sempurna. Catatan ketiga: Catatan pukul tiga Apakah kamu tau calon pemimpin hidupku, merindukanmu itu setiap pagi siang dan malamku. Merindukan lainnya tak pernah sepilu ini.  Namun merindumu adalah kepingan kecil bahagiaku. Jakarta, 2017 Catatan keempat: Aku berjuang untukmu, kau  berjuang untukku. Menjadi rejeki  siapa hasil perjuangan kita hari ini,  biar Tuhan saja simpan rahasia itu  sampai saa...

Catatan waktu itu

Pagi tadi sempurna karna ada kita. Iya kita, aku dan kamu yang berharap bisa selamanya. Aku dan kamu yang baru saja terbangun dari hibernasinya. Sekarang sudah menjelang siang, mulai panas, aku mulai dehidrasi. Tapi aku belum lelah semangatku masih penuh, karna tanganmu masih disini -masih di sisi-. Jangan dilepas ya sayang, siang sini makin terik. Aku butuh gandengan atau mungkin gendongan perjalanan senja nanti kita bisa istirahat sama-sama. -Aku rindu bahumu, boleh gendong aku ya.

Jangan sebut dia Anjing!

Anjing itu setia, Anjing itu pintar, Anjing itu setia, Anjing itu lucu, Anjing itu setia, Anjing itu pemberani, Anjing itu setia, Anjing itu mudah di cintai, Anjing itu setia, Anjing itu sekali cinta akan tetap cinta, Dan anjing tidak akan menyerang tanpa alasan Anjing memang perlu sedikit didikan, sudah kodratnya tak tahu mana baik mana tidak. Tapi satu kali kena hardik pasti si anjing terdidik. Jadi kamu masih kesel sama dia? Masih mau panggil dia si anjing? Ngga kasian sama "si anjing"? 26 Oktober 2015