Surat untuk Tuan Tato.
Hai tuan, apa kabar kamu? Masih ingat denganku? Aku menatap pada jalanan menunggu bus untuk pulang. Kemudian teringat ini jumat sore, aku berjanji bertemu denganmu. Kau memang tak pernah meng-iya-kan janji itu, tapi sungguh aku ingin bertemu. Namun ternyata kenyataannya berbeda, aku kembali kalah dengan keadaanku. Leherku kaku biru, kemudian ku blok lagi nomermu. Beruntung aku punya anak-anak murid yang menyemangatiku, Dokter berkata "seharusnya kau istirahat sampai senin nanti, biar kau bisa tegakan kau punya kepala lagi", tapi melihat mereka ingin tampil aku tak tega. Ku senang bisa mengupload seluruh kegiatan mereka. Lalu kemudian, kulihat kamu sedang mengamati seluruh hasil uploadku. Taukah tuan, aku rindu? Masih bisakah kita bertemu di satu jumat sore nanti? Entah apa ini disebutnya, yang jelas aku sangat berterimakasih kau pernah ada dalam hidupku. Terimakasih sudah mau menjadi temanku meskipun kita hanya dua kali bertemu. Aku mulai nyaman denganmu, ...