MASIH?

"aduh ce, ngapain sih? gue kalo jadi elo mah udah gue gantung tuh cowo" - Ateu
"wagelaseh gue mah udah gak sudi lagi ketemu dia" - Anya
"Sayang boleh, tapi ada batasnya. Membantupun boleh tapi tau peran" - Mama

Beberapa testimoni di atas bukan testimoni film, apalagi testimoni online shop wkwk. Gambar diatas adalah kalimat-kalimat yang muncul dari para wingmans kuh tersayang. 

Beberapa waktu lalu begitu sulit untuk keluar dari hubungan yang sangat melelahkan, pernah kamu bayangkan 1 tahun sama-sama, merancangkan masa depan bersama, lalu kemudian dia menikah dengan orang lain. Sakit ? Pastinya. Bercerita ke orang-orang sekitar adalah obat yang paling mujarab, mendengarkan bagaimana mereka memandang hal yang menurut kita wajar, padahal itu racun untuk kita. 

Selama satu tahun menjalin hubungan rasa sayang yang saya berikan kepada dia cukup "keterlaluan", terlalu banyak rasa sayang itu. Satu tahun segalanya sudah saya berikan, waktu, perhatian, sayang, bahkan finansial-pun. Tapi entah kenapa itu masih kurang untuk dia, sampai ia mencari jodoh di 'biro' jodoh (taaruf katanya).

Pada awal-awal minggu sulit rasaya menerima kenyataan bahwa dia akan menikahi wanita lain, tapi kemudian saya sadar. Tuhan sedang menjauhkan saya dari racun, dan saya yakin Tuhan akan memberikan pengganti yang jauh lebih baik.

Betahun saya tidak pernah berkomunkasi dengan teman-teman lama saya, bertahun saya diatur oleh dirinya, bertahun pula saya tidak bisa menyenangkan diri saya sendiri. Bertahun ia menjadi center universe of me. Tapi hari ini sungguh saya merasa lebih lega, saya bisa keluar dari racun itu.

Sekarang tinggal bagaimana saya menolak untuk bertemu dengan dia.

Doakan proses ini, semoga saya bisa benar-benar menolak seluruh ajakan dia. (Ya, sampai detik ini dia masih bilang rindu saya, masih memaksa saya untuk bertemu dengan dia. Jujur saya belum bisa menolak dia, tapi semua itu sudah jauh berkurang sekarang. Saya sudah bisa menolak dia. Saya sudah tiak mau lagi.)

Untuk kamu yang baca ini,
Dirimu sudah memilih dia sebagai pendampingmu, maka lupakan aku. 
Tidak ada lagi masih sayang, tak ada lagi masih rindu. Karna,
Kamu bukan milkku, akupun. 

Comments

Popular posts from this blog

Quarter Life Crisis

Pembohong

Jangan sebut dia Anjing!