ENDS

Childhood has died
When life pushed her
To grow up too fast
Time is merciless
Just leaving her
With a lonely pain
Watching herself, fade and blur away  
Anak perempuan membaja potongan buku diatas kemudian ia tertohok, dalam buku cerita yang ia baca diceritakan seorang yang hidup dalam kesakitan sendiri. Ia memudar, kemudian menghilang. Akhir kisah anak perempuan dalam cerita itupun mungkin juga bisa menjadi akhir dari ceritanya, tapi kemudian ia sadar tak ingin itu.

Childhood has died, masa terindah, masa bahagia sudah tidak ada lagi. Sudah mati seiring dengan kepergian teman bermain. Tak ada lagi teman kecil yang bisa diajak bersenang-senang.

Life pushed her to grow up too fast, dipaksa untuk menjadi dewasa. Dipaksa kehilangan teman bermain terbaik, sulit rasanya. Tak bisa menerima tapi kemudian tetap terjebak dalam tubuh dewasa, dengan pemikiran masa lalu tentunya. Sampai akhirnya menjalani masa dewasa tapi ........

Wihth a lonely pain, dengan kehampaan yang sakit. Entah ia sungguh merindu masa lalu yang membuatnya bahagia. Ataukah menyesali masa lalunya?

Time is merciless, waktu tanpa ampun terlalu cepat, tak bisa dijelaskan, juga tak bisa mengabulkan permintaan. Pada akhirnya waktu yang tak dikejarpun akan meninggalkan. Ia sudah tertinggal, entah dari siapa? Yang jelas waktu sudah berlalu.

Watching herself fade and blur away, sampai hari ia meneriaki diri sendiri "Aku tak mau menghilang dan mati begini. Waktuku masih ada dan tak kan lagi ku siakan"


THIS IS THE END OF HER.
Akhir dari kesedihannya, ia tetap dalam tubuh dewasa. Namun kali ini ia bahagia, menyadari bahwa waktu yang sudah berlalu tak mengampuni. Maka momentum baru yang ia cari, sehingga bahagia akan ia dapati.

TIDAK JADI MATI, TIDAK AKAN SEMBUNYI, IA IKHLAS MENGHADAPI.

Comments

Popular posts from this blog

Quarter Life Crisis

Pembohong

Jangan sebut dia Anjing!