Sendiri

Anak manusia yang diciptakan tanpa kesadaran yang utuh, tanpa penerimaan yang menyenangkan, kini tengah belajar mengikhkaskan.

Belajar untuk membahagiakan dirinya sendiri. Ia menyadari dirinya harus lebih kuat dari sebelumnya. Meski suasana berdarah darah iya tetap harus menjalaninya sendiri. 

Ia tetap berdarah sendiri ketika pendamping hidupnya asik sendiri. 

Comments

Popular posts from this blog

Quarter Life Crisis

Pembohong

Jangan sebut dia Anjing!